Senin, 14 Maret 2011
Kunci Kunci Surga
Rasanya tidak ada seorangpun
yang tidak menginginkan surga.
Rasanya tidak ada seorangpun di
antara kita yang mau masuk
neraka. Bukan demikian?
Suatu saat, setelah Rasulullah
SAW selesai mengerjakan shalat
dzuhur, beliau bertanya kepada
para sahabatnya, “Siapa di antara
kalian yang berpuasa pada hari
ini ?”
Semua orang terdiam kecuali
Abu Bakar yang menjawab,
“ Saya, wahai Rasulullah.”
Rasul bertanya lagi,
“ Siapakah yang telah
bersedekah kepada kaum papa
pada hari ini ?” Lagi-lagi tidak
ada yang menjawab selain Abu
Bakar,
“ Saya, wahai Rasulullah.”
Untuk yang ketiga kalinya, Rasul
bertanya,
“ Siapakah yang telah menjenguk
orang sakit hari ini ?”
Tidak ada yang menjawab selain
Abu Bakar,
“ Saya, wahai Rasulullah.”
Rasul bertanya lagi,
“ Siapakah yang telah
mengantarkan jenazah pada hari
ini ?” Abu bakar menjawab,
“ Saya, wahai Rasulullah.”
Rasul bertanya kembali,
“ Siapakah yang telah
mendamaikan dua orang yang
berselisih pada hari ini ?” Abu
Bakar menyahut,
“ Saya, wahai Rasulullah.”
Sejurus kemudian Rasul SAW
bersabda,
“ Tidaklah seorang mukmin
mengerjakan satu kebaikan di
antara perbuatan tersebut
kecuali satu pintu dari pintu-
pintu surga kelak akan berseru
di hari kiamat “ Mari masuklah ke
sini.”
Abu Bakar bertanya,
“ Bagaimana jika seseorang itu
mengerjakan semuanya ?”
Rasul menjawab,
“ Sesungguhnya di antara
sebagaian umatku ada yang
dipanggil oleh pintu-pintu surga
yang ada secara bersamaan dan
engkau adalah orang yang
pertama kali yang dipanggil,
wahai Abu Bakar. ”
Menjadi seseorang sebagaimana
Abu Bakar bukan perkara
mudah. Selain ia telah
menunaikan puasa tak lupa ia
juga menunaikan hak-hak
saudaranya. Abu Bakar
merupakan sosok yang
mempunyai kompentensi yang
sulit disaingi oleh orang lain.
Lima perkara yang dilakukan
olehnya, menurut pandangan
Nabi, adalah kunci-kunci surga:
berpuasa (sunnah), bersedekah,
menjenguk orang sakit,
mengantar jenazah, dan
mendamaikan perselisihan.
Duhai, berapa banyak dari kita
yang rakus? Berapa banyak dari
kita yang telah bersedekah meski
berapa rupiah? Berapa banyak
dari kita yang enggan
menjenguk orang sakit,
mengantar jenazah? Dan
pertanyaan terakhir yang mesti
kita jawab adalah, sejauh mana
upaya kita mendamaikan
permusuhan dan perselisihan
yang terjadi di antara umat
manusia? Atau, justeru kita tidak
berrpartisipasi dalam mengurai
dan menyelesaikan konflik
tersebut?
Tahukah kita, kiat Abu Bakar
meraih itu semua? Di dorong
rasa penasaran, Imam Ali
bertanya kepadanya, ” Dengan
apa engkau mencapai
kedudukan mulia sehingga
engkau mengalahkan kami ?”
Abu Bakar menjawab, ” Dengan
Lima perkara :
(1) Saya mendapati Umat
manusia terbelah menjadi dua
kelompok: Pencari dunia dan
pencari akhirat. Saya memilih
menjadi pencari Tuhan. (2) Sejak
saya masuk islam, saya tak lagi
merasakan kelezatan dunia
sebab ma ’rifah kepada Allah telah
membuatku lupa darinya. (3)
Sejak saya masuk Islam, tak
pernah lagi saya merasakan
kesegaran air dunia sebab
Mahabbah kepada Allah telah
memuaskan rasa dahagaku. (4)
Tiap kali saya menghadapi dua
pilihan: Amal untuk kebahagiaan
dunia dan amal untuk
kebahagiaan akhirat, saya
memilih amal untuk kebahagiaan
akhirat. (5) Saya menemani Nabi
SAW dan berusaha menjadi
sahabat yang baik bagi beliau.”
Ilustrasi di atas hanya setetes
dari samudera hikmah yang bisa
membuat hidup kita semakin
baik; baik buat diri kita dan baik
untuk orang lain. Semoga kita
terpacu untuk meraih kunci-
kunci Syurga tersebut. Wallahu
A ’lam Bishawaab
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar