Minggu, 06 Maret 2011
Sedekah Dapat Membuka Pintu Hidayah
Sedekah Membuka Pintu
Hidayah
Keutamaan sedekah sungguh
sangat banyak sekali dan luar
biasa. Mulai dari
memperpanjang umur,
membuat harta berkah dan
bertambah, mencegah
musibah hingga menunda
kematian. Namun ternyata
tidak hanya itu, sedekah dapat
pula membuka pintu hidayah
seseorang. Hal ini dapat kita
simak dari cerita berikut ini.
Sebut saja namanya dengan
Amir. Dahulu Amir ini adalah
seorang yang gemar
melakukan hal-hal yang
dilarang oleh agama dan juga
dikenal oleh masyarakat sekitar
sebagai orang yang kikir,
meskipun memiliki kekayaan
dibandingkan dengan warga
yang lain. Namun setelah ia
bertobat dan insaf, shalat lima
waktu tidak pernah
ditinggalkan dengan
berjamaah di masjid. Dia juga
rajin ikut pengajian yang
diadakan di masjid tersebut.
Malam itu, seperti biasa sang
ustadz memberikan tausiyah
bagi jamaah. Tausiyah kali ini
adalah tentang keutamaan
shadaqah atau sedekah. Sang
ustadz menjelaskan jika kita
memiliki harta 1000 dirham
kemudian 300 dirham kita
sedekahkan, maka yang 300
dirham itulah yang
sesungguhnya kekal dan akan
dinikmati di akhirat nanti.
Bahkan yang 300 dirham itu
dapat bertambah karena Allah
akan melipatgandakan
sebanyak tujuh ratus kali.
Selain itu, harta yang dimiliki
pun akan dipenuhi dengan
keberkahan.
Setelah mendengar tausiyah
dari pengajian malam itu, Amir
berniat untuk mensedekahkan
sebagian hartanya guna
mendapatkan ridha dan
keberkahan dari Allah Swt.
Dengan hati yang tulus dan
niat yang sangat kuat untuk
mengeluarkan sedekah, malam
itu ia keluar rumah dengan
membawa kantong yang berisi
100 dirham. Begitu sampai di
rumah yang ditujunya, ia
mengetuk pintu. Seseorang
lantas muncul dari dalam
rumah. Setelah Amir
mengucapkan salam lantas
menyerahkan kantong yang
berisi 100 dirham tersebut
kepada pemilik rumah, tanpa
berpanjang lebar ia pamit.
Peristiwa tersebut didengar
oleh warga dan warga pun
merasa terheran-heran,
bahkan ada yang mengejek
bahwa Amir ini telah salah
sasaran dalam mengeluarkan
sedekah. Karena ternyata yang
diberikan sedekah itu adalah
seorang pencuri.
Perbincangan warga setempat
sampailah ke telinga si Amir, ia
hanya berujar dalam hati, “
Alhamdulillah, telah bersedekah
kepada seorang pencuri. ”
Hari berikutnya, ketika malam
tiba, seperti biasa Amir keluar
rumah dengan membawa
kantong yang berisi 100
dirham untuk disedekahkan.
Rumah yang dia pilih kali ini
adalah rumah yang berada di
pinggiran kota. Setelah ia
memilih rumah tersebut,
kemudian ia mengetuk pintu.
Keluarlah pemiliki rumah yang
ternyata seorang wanita.
Setelah mengucapkan salam ia
menyerahkan sedekahnya
tersebut dan langsung pergi.
Berita ini kemudian sampai lagi
ke telinga warga dan menjadi
pembicaraan yang hangat di
antara warga tersebut. Para
warga mengatakan dengan
nada yang agak sinis,
“Meskipun rajin ke masjid tapi
sedekah yang dikeluarkan kok
salah sasaran terus, tempo hari
memberikan kepada pencuri,
sekarang memberikan kepada
pelacur, sebenarnya apa sih
yang dipikirkan oleh si Amir
ini.”
Tatkala obrolan warga ini
sampai ke telinganya, Amir
hanya mengucapkan
“ Alhamdulillah telah
bersedekah kepada seorang
pelacur. ”
Malam harinya, Amir kembali
keluar rumah dengan
membawa kantong yang berisi
100 dirham, seperti yang
sudah-sudah. Ia menuju rumah
yang dekat dengan pusat
perbelanjaan. Setelah
memberikan sedekahnya ia
lantas pulang dengan harapan
sedekahnya kali ini tidak salah
sasaran.
Namun pagi harinya warga
kembali mengomentari
sedekah yang diberikan oleh
Amir. Mereka mengatakan
bahwa apa yang Amir
sedekahkan lagi-lagi salah
sasaran. “Kemarin bersedekah
untuk pelacur, tempo hari
sedekah diberikan kepada si
pencuri, semalam dia
bersedekah untuk orang kaya
padahal orang yang miskin
yang membutuhkan uluran
tangannya cukup banyak di
sekitarnya, orang yang aneh.”
Ungkap warga.
Amir mendengar kembali apa
yang warga bicarakan
mengenai sedekah yang ia
keluarkan. Setelah mendengar
pembicaraan dan komentar
warga yang cukup sinis, Amir
hanya berucap Alhamdulillah
aku telah bersedekah kepada
orang kaya, pelacur dan
pencuri.
Malam harinya, Amir
melaksanakan shalat tahajjud,
setelah melaksanakan tahajjud
Amir terlelap tidur. Ketika tidur,
Amir bermimpi ia didatangi
oleh seseorang yang
memberikan informasi bahwa
sedekah yang telah ia berikan
kepada pencuri, membuat
pencuri itu insaf dan tidak
melakukan pencurian kembali.
Sedekah yang ia berikan
kepada pelacur, membuka
pintu hidayah bagi wanita
tersebut untuk meninggalkan
pekerjaannya sebagai pelacur
dan bertobat kepada Allah Swt.
Sedangkan sedekah yang ia
berikan kepada orang yang
kaya, ternyata orang kaya itu
adalah orang yang pelit.
Setelah menerima sedekah dari
Amir, orang kaya tersebut mau
mengeluarkan zakat, infak dan
sedekah. Sedekah yang ia
keluarkan diterima oleh Allah
Swt, karena Amir ikhlas dalam
mengeluarkan sedekah
tersebut.
Dengan kejadian tersebut, Amir
semakin banyak mengerjakan
kebaikan dan semakin khusyuk
dalam beribadah. Dia
menyadari bahwa yang
terpenting dalam mengerjakan
amal ibadah adalah niat yang
tulus dan ikhlas karena Allah
Swt semata, bukan karena
perkataan orang banyak. Dan
apa yang telah dilakukan oleh
Amir semakin membuktikan
kekuatan sedekah, bahwa
sedekah dapat membuka pintu
hidayah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar