Rabu, 16 Maret 2011
RASULULLAH S.A.W DAN SEORANG ARAB BADUI
Di waktu Rasulullah SAW.
sedang asyik bertawaf di
Ka'bah, beliau mendengar
seorang di hadapannya
bertawaf, sambil berzikir: 'Ya
Karim! Ya Karim!' Rasulullah
s.a.w menirunya membaca 'Ya
Karim! Ya Karim!' Orang itu lalu
berhenti di salah satu sudut
Ka'bah, dan berzikir lagi: 'Ya
Karim! Ya Karim!' Rasulullah
SAW yang berada
dibelakangnya mengikuti
zikirnya 'Ya Karim! Ya Karim!'
Merasa seperti di olok-olokan,
orang itu menoleh kebelakang
dan terlihat olehnya seorang
laki-laki yang gagah, lagi
tampan yang belum pernah
dikenalinya. Orang itu lalu
berkata: 'Wahai orang tampan!
Apakah engkau memang
sengaja memperolok-olokan
ku, karena aku ini adalah
orang Arab badui? Kalaulah
bukan karena ketampananmu
dan kegagahanmu, pasti
engkau akan aku laporkan
kepada kekasihku, Muhammad
Rasulullah.' Mendengar bicara
orang badui itu, Rasulullah SAW
tersenyum, lalu bertanya:
'Tidakkah engkau mengenali
Nabimu, wahai orang
Arab?''Belum,' jawab orang itu.
'Jadi bagaimana kau beriman
kepadanya?' 'Saya percaya
dengan mantap atas
kenabiannya, sekalipun saya
belum pernah melihatnya, dan
saya membenarkan
putusannya sekalipun saya
belum pernah bertemu
dengannya,' kata orang arab
badui itu pula. Rasulullah SAW
pun berkata kepadanya:
'Wahai orang Arab! Ketahuilah
aku inilah Nabimu di dunia dan
penolongmu nanti di akhirat!'
Melihat Nabi di hadapannya,
dia tercengang, seperti tidak
percaya kepada dirinya.'Tuan
ini Nabi Muhammad?!''Ya,'
jawab Nabi SAW Dia segera
tunduk untuk mencium kedua
kaki RasulullahSAW Melihat hal
itu, Rasulullah SAW menarik
tubuh orang Arab itu, seraya
berkata kepadanya: 'Wahai
orang Arab! Janganlah berbuat
serupa itu.Perbuatan serupa
itu biasanya dilakukan oleh
hamba sahaya kepada
juragannya.Ketahuilah, ALLAH
mengutusku bukan untuk
menjadi seorang yang takabur
yang meminta dihormati, atau
diagungkan, tetapi demi berita
gembira bagi orang yang
beriman, dan membawa berita
ancaman bagi yang
mengingkarinya.' Ketika itulah,
Malaikat Jibril a.s. turun
membawa berita dari langit dia
berkata: 'Ya Muhammad! Rabb
As-Salam (puncak keselamatan)
menyampaikan salam
kepadamu dan bersabda:
Katakanlah kepada orang Arab
itu, agar tidak terpesona
dengan belas kasih ALLAH.
Ketahuilah bahwa ALLAH akan
menghisabnya di hari Mahsyar
nanti, akan menimbang semua
amalannya, baik yang kecil
maupun yang besar!'. Setelah
menyampaikan berita itu, Jibril
kemudian pergi. Orang Arab
itu pula berkata: 'Demi
keagungan serta kemulian
ALLAH, jika ALLAH akan
membuat perhitungan atas
amalan hamba, maka hamba
pun akan membuat
perhitungan denganNYA!' kata
orang Arab badui itu. 'Apakah
yang akan engkau
perhitungkan dengan ALLAH?'
Rasulullah bertanya kepadanya.
'Jika ALLAH akan
memperhitungkan dosa-dosa
hamba, maka hamba akan
memperhitungkan betapa
besar maghfirahNYA,' jawab
orang itu. 'Jika DIA
memperhitungkan
kemaksiatan hamba, maka
hamba akan mem
perhitungkan betapa keluasan
pengampunanNYA. Jika DIA
memperhitungkan kekikiran
hamba, maka hamba akan
memperhitungkan pula betapa
kedermawananNYA!'.
Mendengar ucapan orang Arab
badui itu, maka Rasulullah SAW
pun menangis mengingatkan
betapa benarnya kata-kata
orang Arab badui itu, air mata
beliau meleleh membasahi
janggutnya. Lantaran itu
Malaikat Jibril AS turun lagi
seraya berkata: 'Ya
Muhammad! Rabb As-Salam
menyampaikan salam
kepadamu, dan bersabda:
Berhentilah engkau dari
menangis! Sungguh karena
tangismu, penjaga Arasy lupa
dari bacaan tasbih dan
tahmidnya, sehingga ia
bergoncang. Nah katakan
kepada temanmu itu, bahwa
ALLAH tak akan menghisab
dirinya, juga tak akan
memperhitungkan
kemaksiatannya. ALLAH sudah
mengampuni semua
kesalahannya dan ia akan
menjadi temanmu di surga
nanti!' Betapa sukanya orang
Arab badui itu, apabila
mendengar berita tersebut. Ia
lalu menangis karena tidak
berdaya menahan keharuan
dirinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar