Senin, 21 Februari 2011

WASIAT IMAM HADDAD bag.3

berkaitan dengan apa yang dimakan, dipakai dan dinikahi. Ilmu ladunni seperti itulah yang diajarkan Allah Swt kepada hamba-hamba-Nya yang khusus seperti diisyaratkan dalam firman-Nya: “Bertakwalah kamu kepada Allah, nescaya Allah akan mengajari kamu”. Demikian pula dalam sabda Rasullah Saw .: “ barangsiapa mengamalkan ilmu yang diketahuinya, nescaya Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum diketahuinya.” Dan itulah buah dari amalan ilmuyang diperoleh dari Al-Quran danSunnah Nabi Saw., yang tersaring bersih dari segal;a noda hawa nafsu. Dan begitu pula buah dari upaya mengikuti jalan lurus yang disertai dengan penuh takwa, disamping menjauh dari sifat keangkuhan dan kebanggaan pada diri sendiri. Dan tentunya takkan mungkin bagi seorang hamba, menyiapkan dirinya guna dapat meraih limpahan anugerah illahi yang demikian besarnya itu, tanpa sebelummnya melakukan riyadhah (pelatihan mental dan pengendalian diir) yang intensif, dengan cara memutuskan segalaajakan syahwat hawa nafsu, disertai dengan mengkonsentrasikan diri kepadaAllah secara terus menerus, dalam beribadat kepada-Nya secara ikhlas dan murni semata-mata hanya untuk-Nya saja. Keharusan Menuntut Ilmu Saya berpesan selanjutnya hendaklah Anda selalu berusaha dengan sungguh-sungguh menuntut ilmu yang berguna, dengan cara membaca, menelaah buku-buku ataupun berdiskusi untuk mencapai hasil.Jangan sekali-kali meninggalkan upaya itu kerana malas atau bosan, atau pun kerana perasaan takut sekiranya anda nanti tidak mampu mengamalkan ilmu anda itu. Yang demikian itu merupakan kebodohan belaka. Dan hendaklah anda dalam hal ini selalu membaikkan niat anda dan bermawas diri, jangan segera berpuas hati dengan merasa telah cukup berhasil, sampai anda benar-benar menguji diri anda sendiri. Selanjutnya, berupayalah sungguh-sungguh untuk mengamalkan ilmu yang telah anda ketahui itu, serta mengajarkannya kepada siapa yang belum mengetahuinya, baikanda diminta atau tidak. Dan apabila setan membisikkan kepada anda: “ Janganlah mengajar sebelum kamu benar-benar menjadi alim yang luas ilmunya” ,  maka katakan kepadanya: “Kini aku apabila ditinjau dari apa yang telah kuketahui adalah alim (seorang yang berilmu), dan kerananya wajib untuk mengajarkannya kepada orang-orang lain. Sedangkan – apabila ditinjau dari apa yang belum kuketahui-maka aku kini seorang pelajar yang wajib belajar dan menuntutilmu”. Ini tentunya berkenaan dengan ilmu yang wajib dipelajari. Adapun selebihnya, tak apalah jika anda pelajari juga. Mengajarkan ilmu merupakan amal ibadat yang besar pahalanya, sepanjang diiring dengan niat baik yang dasarnya ‘kerana Allah’ semata-mata bukan kerana sesuatu lainnya, tanpa sedikit pun niat untuk meraih harta atau kedudukan. Hendaklah anda, secara konsisten menelaah buku-buku para ulama terdahulu, terutama para tokoh sufi dan memperhatikan apa yang ada didalamnya. Kerana di situ terhimpun banyak petunjuk khusus tentang bagaimana mengenal Allah serta berbagai bimbingan tentang cara-cara pembaikan niat, keikhlasan dalam beramal pendidikan jiwa dan lain sebagainya. Semuanya itu adalah ilmu-ilmu sangat bermanfaat yang tentunya akan menuntun kearah keberuntungan dan keselamatan. Dan tiada yang enggan memperhatikan dan membaca buku-buku seperti itu, kecuali orang-orang yang sudah buta mata hatinya atau gelap jiwanya.Walaupun demikian sekiranya waktu anda sangat terbatas, tidak cukup untuk mengkaji buku-buku itu secara keseluruhan, maka khususkanlahpengkajian anda pada buku-buku karangan Imam Ghazali kerana itulah yang palingbanyak manfaatnya, paling lengkap isinya dan paling menarik susunan kata-katanya. Kehadiran Hati dan Kekhusyukan Anggota Tubuh Saya berpesan, hendaklah anda selalu menghadirkan diri dan mengkhusyukkan anggota badan di saat melakukan ibadah-ibadah anda. Dengan demikian anda akan meraih buah hasilnya dan tersinari oleh percikan cahayanya. Dan hendaklah anda selalu dalam keadaan siap untuk menerima pengawasan Allah atas segala gerak geri anda. Camlah selalu dalam hati anda bahwa Allah Swt. Adalah Maha cermat dalam pengamatan-Nya dan Maha dekat dengan diri anda. Upayakanlah agar anda mampu menjadi penasihat bagi diri andasendiri dan sekaligus pemberi peringatan kepadanya. Ajaklah iake jalan Allah dengan Hikmah kebijaksanaan serta nasihat yang baik. Berikan pengertian kepadanya bahwa pengabdian dan ketaatan kepada Allah Swt. Akan membawa rasa kenikmatan abadi, serta kemulian dan kekayaan yang besar. Sebaliknya, meninggalkan pengabdian dan ketaatan lalu melakukan perbuatan maksiat, akan berakibat seksaan batin yang pedih dan kehinaan yang besar. Nafsu manusia, kerana kebodohannya, tidak mahu melakukan atau meninggalkan apa pun kecuali demi sesuatu yang diingininya ataupun yang ditakutinya. Ini mengingat nafsu manusia memang bertabiat selalu malas melakukan ketaatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar